-->
Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan

Ramadhan Berkah, PT Inalum Santuni Anak Yatim

 



 PT Inalum bersama anak yatim di Masjid Al Muttaqin Desa Parhutaan Silau, Kec. Pulau Badring Asahan.(Ist)


StanvasNet - Bulan Ramadan yang penuh keberkahan ini PT. Inalum, bersilaturahmi dengan masyarakat di wilayah operasional perusahaan, yang  digelar di Desa Parhutaan Silau, Kec. Pulau Bandring, Kab. Asahan, dengan membawa bantuan fasilitas ibadah serta santunan bagi anak yatim.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat di sekitar jalur transmisi perusahaan. Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk hadir lebih dekat sekaligus berbagi kebahagiaan dengan warga.

Dalam kunjungan tersebut, Inalum memberikan dukungan sarana fasilitas ibadah untuk Masjid Al Muttaqin. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah selama Ramadan maupun setelahnya.

Selain itu, puluhan anak yatim piatu menerima santunan dan bingkisan sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan. Senyum para penerima manfaat menjadi gambaran hangatnya kebersamaan antara perusahaan dan masyarakat setempat.

Kegiatan di Desa Parhutaan Silau merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan Inalum yang digelar di lebih dari 60 masjid dan panti asuhan. Program ini menjangkau sekitar 40 desa di sekitar wilayah operasional perusahaan, khususnya Kuala Tanjung dan Paritohan.

Corporate Secretary PT Inalum Mahyarudin Ende melalui Humas perusahaan menyampaikan bahwa Safari Ramadan menjadi agenda rutin perusahaan dalam memperkuat hubungan dengan masyarakat.

“Melalui Safari Ramadan ini, Inalum ingin terus menjalin kebersamaan dengan masyarakat sekitar wilayah operasional. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat serta menghadirkan keberkahan bagi semua pihak,” ujar Ende

Ia menegaskan, komitmen perusahaan tidak hanya berfokus pada kegiatan industri, tetapi juga pada kontribusi sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar operasional Inalum Program ini diharapkan terus menjadi jembatan silaturahmi antara perusahaan dan masyarakat setiap tahunnya. (R1)


Share:

MUI Batubara Kunjungi PT.Inalum

 




Ketua Umum MUI Batubara Tahan Siregar berfoto bersama dengan pengurus MUI Batubara lainnya dan Ketua IWII Edy Prayitno serta Humas PT Inalum M Jufry.( Foto ist)


StanvasNet : Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia ( DP MUI), Kab. Batubara lakukan kunjungan silaturahmi ke PT.Inalum , Kamis (5/3).

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua MUI Batubara Tahan Siregar, Sekretaris Umum Huzaifah, Bendahara Umum, Hafiz Al Munawar, Ketua Majelis Pendidikan Drs M Masrob, Ketua Majelis Fatwa M Hasan, dan wakil sekretaris.

Diterima oleh bagian Humas PT Inalum M Jufri dan Ketua Ikatan Warga Islam  Inalum Edy Prayitno , kunjungan silaturahmi ini berlangsung penuh hikmah.

Ketua Umum MUI menyampaikan kondisi kekinian terkait keummatan di Kab. Batubara, yang mana keilmuan agama perlu dipertahankan dan dikembangkan. Namun faktanya saat ini masih sedikit generasi muda Islam yang mau memasuki jalur keulamaan.

" Dengan kondisi ini MUI Batubara mendirikan Perguruan Tinggi Kader Ulama atau yang disingkat PTKU secara gratis. Dananya kita himpun dari sejumlah sumber, yang mana sampai saat ini masih  membutuhkan dukungan dari ummat, " ujar Tahan.

Menjawab ini, Humas Inalum menyampaikan akan meneruskan harapan MUI kepada bagian Corporate Sosial Responsibility ( CSR).

Sementara Ketua IWII Edy Prayitno menyampaikan , IWII akan turut membantu sesuai dengan kemampuan.( R1).


Share:

H Muhammad Hidayat Ketua MUI Batubara 2023-2028 BATUBARA




Bupati Batubara Ir.H.Zahir M.AP photo bersama dengan Ketua MUI Sumut DR.H.Maratua Simanjuntak dan peserta Musda IV MUI Batubara. ( Foto red)


BATUBARA| StanvasNet : Tim formatur dalam Musda IV MUI Batubara 2023 memilih H. Muhammad Hidayat. Lc sebagai Ketua DP MUI  Batubara masa khidmat 2023 - 2028.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut DR.H.Maratua Simanjuntak saat membuka secara resmi  Musda ke IV MUI  , di aula rumah dinas Bupati Batubara di Tanjung Gading Kec. Sei Suka, Rabu (4/10) menyampaikan, pesan pesan kekinian tentang ummat .

"Banyak kegiatan ummat Islam yang menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya, dan ini merupakan tugas yang paling berat bagi majelis ulama,"ujar  Maratua Simanjuntak.

Dalam musda ini Maratua meminta
pengurus harus Marhazun Fikri (satu fikiran) dalam menjalankan roda organisasi. Karena pengurus MUI berasal dari banyak kalangan , harusnya tidak lagi membawa kepentingan ormas dan hanya berfikiran untuk kemajuan Islam semata.

          Hadir pada pada Musda ini Bupati Batubara Ir H. Zahir M. AP, Ketua DPRD Batubara Safii SH, Sekretaris Umum MUI Sumut Prof DR Asmui, Kordinator DR Arifin Syah, Assisten II Kab. Batubara Rusian Herri, Kakan Kemenag Batubara H. Sakoanda Siregar S.Ag, para pimpinan Pondok pesantren dan para pimpinan ormas Islam.
      
Sebelum nya Bupati Batubara Ir. H. Zahir M.AP mengatakan bahwa MUI berperan aktif di Batubara dalam pekerjaannya dan kehidupan bermasyarakat .

  "Banyak tugas saya dimana saya harus bertindak ektra keras seperti membongkar bangunan Warung esek esek dipinggir jalan yang mendapat tantangan dan penolakan , namun saya tidak takut karena saya yaqin bahwa MUI ada bersama saya", kata Zahir.

Zahir juga berpesan kepada pengurus MUI Batubara yang akan datang agar membuat laporan yang lengkap ,karena banyak tugas MUI yang dikerjakan namun tidak dilaporkan secara tertulis.

Hasil keputusan sidang formatur yang dibacakan sekretaris tim formatur H Al Asari S.Ag, menyebutkan, Dewan Pembina
Ketua H. Zahir, M, AP, Sekretaris H Al Asari S.Ag.

Pengurus harian, Ketua Umum H.M Hidayat, Wakil Ketua M Yusri, Tahan Siregar,  unsur ketua Drs Masrof , Andi Mulia Azmi, H M Yusri S. PD, H Ratni, H Agusdiansyah Hasibuan, Dr   Mhd Nizar, Drs Hasan Basri Ayub, Dr Agussalim, Wono, Drs H Abdul Rahman,.

Sekretaris Umum Huzaifah , Abdul Rahman Ali, H.Nasrullah, Syafridah, Safrish. Bendahara umum M Ariandi S.Sos, Hardi Hariadi, Junaidah (R1).








Share:

Darurat!! Indonesia Butuh 16.263 Penghulu! Kemenag: Banyak yang Pensiun dan Wafat

 


JAKARTA| StanvasNet - Kementerian Agama (Kemenag) masih sangat kekurangan tenaga fungsional penghulu. Kemenag berharap segera menetapkan formasi jabatan fungsional penghulu yang telah diusulkan ke KemenPAN-RB.

Adapun kebutuhan akan jabatan fungsional secara nasional saat ini mencapai 16.263 orang. Sedangkan yang tersedia saat ini hanya 9.054 penghulu.

Menurut Direktur Bina Kantor Urusan Agama (KUA) dan Keluarga Sakinah, Zainal Mustamin, kondisi ini cukup memprihatinkan. Beberapa penghulu bahkan ada yang harus melayani lebih dari satu KUA kecamatan.

Mantan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Tenggara ini mengatakan pihaknya terus berusaha memenuhi kekurangan penghulu. Pada 2023, sudah ada 950 tambahan penghulu dari jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).(Rdet)


Share:

Pengurus MUI Kecamatan Se Batubara Ikuti Sosialisasi Pendirian Pendidikan Tinggi Kader Ulama

 


Ketua MUI Batubara H Muhammad Hidayat Lc menyampaikan pandangan umum dalam sosialisasi rencana pendirian kampus pendidikan tinggi kader ulama.

BATUBARA | StanvasNet -  Guru guru yang sekarang ini yang mampu mengajar kitab kuning (turos) juga sangat minim, bukan tak banyak yang tamatan Timur Tengah tapi tak mau pulang kampung, ini mohon maaf saya sampaikan tapi itulah faktanya.

Demikian disampaikan Ketua MUI Batubara H Muhammad Hidayat Lc dalam sosialisasi rencana pendirian kampus pendidikan tinggi kader ulama di Kabupaten Batubara, di Aula Buffett Mangga, Selasa (12/9).

Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Batubara yang diwakili oleh Asisten I Pemkab Batubara Rusian Heri, Sekretaris DP Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batubara.



Huzaifah, Ketua Komisi Pendidikan MUI Batubara Drs Muhamad Masrof dan Ketua MUI Kecamatan Se Batubara.

 Dalam sambutannya Bupati Batubara menyampaikan rencana pembangunan kampus ini adalah sebuah langkah penting yang akan memberikan dampak positif bagi  perkembangan pendidikan di daerah kita.

Dijelaskannya sebuah perguruan tinggi adalah sarana yang sangat penting dalam pembangunan dan kemajuan suatu daerah  seiring dengan perkembangan zaman. 

" Kita tidak hanya harus menjaga eksistensi perguruan tinggi, tapi juga harus memastikan fasilitas dan infrastruktur pendidikan kita selalu berkembang sesuai perkembangan zaman," ungkapnya. (R1)




Share:

Ketua MUI Batubara: Pendidikan Agama Sejak Dini, Menuju Hidup Dijalan Allah

 




Ketua MUI Batubara H Muhammad Hidayat Lc didampingi Sekretaris Huzaifah.S.Pd memberikan materi kepada peserta Pelatihan Kader Ukhuwah Islamiah 


BATUBARA| StanvasNet - Tantangan yang dihadapi generasi muda Islam sebagian besar muncul karena kurangnya pendidikan agama yang kuat. “Maka dari itu, pendidikan agama harus ditanamkan sejak dini, agar bisa menjadi pemuda yang hidup dijalan Allah,” tegas Ketua MUI Batubara H Muhammad Hidayat Lc, Sabtu (9/9/23) di Aula Banyuwangi Limapuluh.

Ketua MUI Kabupaten Batubara, Ahmad Hidayat Lc, yang didaulat sebagai narasumber dalam acara pelatihan kader Ukhuwah Islamiyah, memberikan pemahaman yang mendalam tentang sejumlah isu krusial yang dihadapi pemuda muslim kekinian.

Dalam pemaparannya, Ustadz Hidayat menyoroti beberapa masalah yang tengah memengaruhi para pemuda, seperti lemahnya pendidikan dan kesadaran agama, pergaulan bebas yang tidak selaras dengan tuntunan Syariat Islam, perjudian/game online, penyalahgunaan narkoba, tawuran, dan kelompok motor.

Pemuda Islam juga perlu memperhatikan pentingnya mengikuti kemajuan teknologi, dengan tetap menjaga iman agar bisa mengendalikan pengaruh negatif dari perkembangan teknologi tersebut. 

Persoalan persoalan individualisme, materialisme, hedonisme, sekularisme, kapitalisme, dan terorisme yang perlu diwaspadai dan dihadapi oleh pemuda Islam. Salah satu caranya adalah dengan membangun nilai-nilai ukhuwah di kalangan pemuda

" Disinilah pentingnya berorganisasi, sebab dengan berorganisasi dapat menjadi alat yang kuat untuk membangun ukhuwah dan mempererat tali persaudaraan antara pemuda muslim,sekaligus saling memotivasi dalam beribadah dan menyebarkan kebaikan " bebernya.( R1)

Share:

Pelatihan Kader Ukhuwah MUI Sumut, Dipusatkan Di Batubara



Ketua MUI Sumut DR H Maratua Simanjuntak, Bupati Batubara Zahir, Ketua MUI Batubara H Muhammad Hidayat Lc berfoto bersama dalam rangka pelatihan kader ukhuwah


BATUBARA | StanvasNet - Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Propinsi Sumatera Utara menggelar Pelatihan Kader Penggerak Ukhuwah Islamiyyah Angkatan III yang dipusatkan di Batubara.

Pelatihan yang diselenggarakan selama dua hari, mulai Jumat (8/9) sampai Sabtu (9/9) ini mengambil tema melahirkan generasi muda Islam sebagai penggerak ukhuwah islamiah dalam membangun kerukunan umat beragama di Sumut ini dihadiri Ketua MUI Sumut DR H Maratua Simanjuntak, Bupati Batubara Zahir,  Ketua Bidang Ukhuwah Islamiyyah DR H Abdulrahim M.Hum, Ketua MUI Batubara Muhammad Hidayat Lc, dan Kepala Kantor Kemenag.

Dalam arahan dan bimbingannya Ketua MUI Sumut DR H Maratua Simanjuntak menjelaskan dalam proses pendirian  NKRI ini umat Islam bukanlah penonton, terbukti dengan anggota BPUPKI itu 8 diantara nya ulama.

"  Dalam berukhuwah ini kita mencari orang yang Istiqomah , ditambah lagi amar makruf nahi mungkar sulit itu sekarang, yang penting kalau bisa  umat Islam ini jangan begaduh," ujar Maratua.

Ia berharap agar peserta pelatihan ini jadilah sebagai agen agen penggerak ukhuwah islamiah. "Tetapi  kerukunan antar umat beragama itu ada batasnya, tentang aqidah dan syariat itu tidak boleh," tegas Maratua.

Sementara Bupati Batubara Zahir mengatakan, Ukhuwah Islamiyyah merupakan hubungan persaudaraan antara sesama umat Islam yang saling terikat, tetapi ternyata bukan hanya internal Islam tapi juga dengan external.

" Penting bagi kita umat Islam dan non muslim tentang berukhuwah ini, saya yakin dengan kesempatan Ini ada proses ukhuwah itu saling kenal / ta'aruf, saling memahami tafahhum, saling tolong ta'awun, sehingga kita dapat mempersiapkan diri kita dalam cobaan yang akan datang," ujarnya.

Pelatihan yang diikuti 42 utusan dari 6 Kabupaten, Tebingtinggi, Batubara, Asahan, Tanjungbalai, Pematang Siantar, Simalungun ini diisi oleh beberapa narasumber dari propinsi dan daerah.(R1)



Share:

Ranperda Maghrib Mengaji Dibahas MUI Dan DPRD Batubara




Foto: DP Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batubara membahas usulan budaya maghrib mengaji dengan Badan Pembentuk Peraturan Daerah DPRD Batubara ( Foto Red)

BATUBARA |StanvasNet : Kita sangat prihatin dengan kondisi anak anak muslim saat ini, banyak yang tidak bisa membaca dan menulis Alquran, sebagai daerah yang mayoritas muslim perlu ada gerakan yang dipayungi hukum untuk mengentaskan masalah ini.

Demikian disampaikan Ketua DP. MUI Batubara Muhammad Hidayat Lc dalam pertemuan dengan DPRD Batubara Senin (28/8),  diterima oleh Badan Pembentuk Peraturan Daerah (Bapemperda) yang diketuai Usman, SE, MSi, berikut anggota DPRD lainnya Rizky Aryetta, Edi Syahputra dan Heri Suhandani, dihadiri Kabag Kesra Adnan Haris.

 Sekretaris MUI Batubara H Huzaifah, Ketua Komisi Pendidikan Drs Masrof, Ketua Komisi Kominfo H Agusdiansyah Hasibuan, dan staf.

" Dengan kondisi anak anak yang terlalaikan dengan gadget, kita perlu sebuah gerakan yang terstruktur dan masif, juga memiliki kekuatan hukum, dalam pelaksanaannya berupa Perda, untuk itu kita mengusulkan Ranperda Budaya maghrib mengaji," ujar Hidayat.

Menyahuti masalah ini Ketua Bapemperda Usman menyatakan sangat setuju dengan usulan Majelis Ulama Indonesia ini.

" Kalau dibelah hati kita, kita sangat menginginkan ini, mudah mudahan ranperda ini jadi, untuk anak cucu kita, apalagi dulu masyarakat di pinggir pantai itu kalau sore anak anak ramai ke masjid atau musholla diwaktu magrib untuk mengaji," ujar Usman.

Dijelaskannya tahapan usulan budaya maghrib mengaji ini untuk dijadikan Ranperda masih panjang.

Awalnya ranperda magrib mengaji tidak dapat ditindaklanjuti. Dikarenakan  berpotensi bertentangan dengan UU no 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah pasal 10, terkait kewenangan pemerintah pusat meliputi urusan agama.

Meski begitu sejak UU ini disahkan pada tahun 2014, ada dua daerah yang berhasil mewujudkan perda yang mirip,  salah satunya Kabupaten Inderagiri Hilir.

" Kita tetap semangat agar Ranperda ini berhasil, untuk itu yang terkait ini menjadi aturan pemerintah maka kita ikuti tahapan-tahapannya, dimulai dari penyusunan naskah akademik dan harmonisasi," ujar Usman. ( R1)


Share:

Artikel

Labels

agama (8) anak (6) ATM (6) bahaya (4) baliho (2) banjir (3) Bawaslu (1) BBM (2) CSR (3) DPRD (1) Ekonomi (9) Haji (1) Inalum (103) Internasional (7) judi (1) Krimina (2) Kriminal (15) LGBT (1) lingkungan (5) mahasiswa (2) MUI (7) Narkoba (17) Nasional (42) Olahraga (7) pelestarian (4) pemil (1) pemilu (33) pemilu. (2) Pendidikan (8) Perda (6) polis (16) Polisi (310) Polisi. (4)