-->
Tampilkan postingan dengan label MUI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUI. Tampilkan semua postingan

Pj. Bupati Nizhamul Lakukan Safari Ramadhan, Sapa Warga Limalaras




SAFARI Ramadhan Pemkab Batubara yang dipimpin Pj Bupati Nizhamul ke mushola di Desa Limalaras, Kecamatan Nibung Hangus yang dirangkaikan pemberian bantuan.( Ist)


StanvasNet | Penjabat (Pj) Bupati Batubara Nizhamul, S.E, M.M., melakukan safari Ramadhan 1445 H perdana di Musholla Nurul Ikhwan Desa Limalaras, Kecamatan Nibung Hangus, Rabu (20/3).

  Didampingi Sekda Norma Deli Siregar, Ketua MUI Hidayat beserta Kepala OPD  Pemerintah Kabupaten Batubara, Pj. Bupati Nizhamul menyempatkan diri menyapa warga dan jamah.

  Kunjungan safari ramadhan diawali dengan buka puasa bersama masyarakat setempat serta tokoh masyarakat OK Arya (Bupati Batubara Periode 2008-2013 dan 2013-2018), selanjutnya shalat tarawih berjamaah.

   Safari ramadhan ini dirangkaikan pemberian bantuan oleh Pj. Bupati Nizhamul berupa alat pendingin ruangan, alat pembersih vacum cleaner serta memberikan ratusan santunan kepada anak yatim piatu, bilal mayit dan guru ngaji. 

  Nizhamul mengatakan safari ramadhan tahun ini sengaja mendatangi masjid atau mushola yang berada di pelosok desa. Hal ini agar kehadiran Pemkab Batubara dapat dirasakan masyarakat secara merata.

  Melihat kondisi mushola yang masih kurang memadai serta banyak kerusakan, Pj. Bupati Nizhamul menyumbang secara pribadi Rp 5 juta untuk memperbaiki mushola.

  Nizhamul mengajak Sekda dan Kepala OPD untuk ikut membantu menyumbang pembangunan mushola yang lebih baik.Semoga bantuan diberikan mendapat keberkahan Allah SWT.(R1)


  

Share:

H Muhammad Hidayat Ketua MUI Batubara 2023-2028 BATUBARA




Bupati Batubara Ir.H.Zahir M.AP photo bersama dengan Ketua MUI Sumut DR.H.Maratua Simanjuntak dan peserta Musda IV MUI Batubara. ( Foto red)


BATUBARA| StanvasNet : Tim formatur dalam Musda IV MUI Batubara 2023 memilih H. Muhammad Hidayat. Lc sebagai Ketua DP MUI  Batubara masa khidmat 2023 - 2028.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut DR.H.Maratua Simanjuntak saat membuka secara resmi  Musda ke IV MUI  , di aula rumah dinas Bupati Batubara di Tanjung Gading Kec. Sei Suka, Rabu (4/10) menyampaikan, pesan pesan kekinian tentang ummat .

"Banyak kegiatan ummat Islam yang menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya, dan ini merupakan tugas yang paling berat bagi majelis ulama,"ujar  Maratua Simanjuntak.

Dalam musda ini Maratua meminta
pengurus harus Marhazun Fikri (satu fikiran) dalam menjalankan roda organisasi. Karena pengurus MUI berasal dari banyak kalangan , harusnya tidak lagi membawa kepentingan ormas dan hanya berfikiran untuk kemajuan Islam semata.

          Hadir pada pada Musda ini Bupati Batubara Ir H. Zahir M. AP, Ketua DPRD Batubara Safii SH, Sekretaris Umum MUI Sumut Prof DR Asmui, Kordinator DR Arifin Syah, Assisten II Kab. Batubara Rusian Herri, Kakan Kemenag Batubara H. Sakoanda Siregar S.Ag, para pimpinan Pondok pesantren dan para pimpinan ormas Islam.
      
Sebelum nya Bupati Batubara Ir. H. Zahir M.AP mengatakan bahwa MUI berperan aktif di Batubara dalam pekerjaannya dan kehidupan bermasyarakat .

  "Banyak tugas saya dimana saya harus bertindak ektra keras seperti membongkar bangunan Warung esek esek dipinggir jalan yang mendapat tantangan dan penolakan , namun saya tidak takut karena saya yaqin bahwa MUI ada bersama saya", kata Zahir.

Zahir juga berpesan kepada pengurus MUI Batubara yang akan datang agar membuat laporan yang lengkap ,karena banyak tugas MUI yang dikerjakan namun tidak dilaporkan secara tertulis.

Hasil keputusan sidang formatur yang dibacakan sekretaris tim formatur H Al Asari S.Ag, menyebutkan, Dewan Pembina
Ketua H. Zahir, M, AP, Sekretaris H Al Asari S.Ag.

Pengurus harian, Ketua Umum H.M Hidayat, Wakil Ketua M Yusri, Tahan Siregar,  unsur ketua Drs Masrof , Andi Mulia Azmi, H M Yusri S. PD, H Ratni, H Agusdiansyah Hasibuan, Dr   Mhd Nizar, Drs Hasan Basri Ayub, Dr Agussalim, Wono, Drs H Abdul Rahman,.

Sekretaris Umum Huzaifah , Abdul Rahman Ali, H.Nasrullah, Syafridah, Safrish. Bendahara umum M Ariandi S.Sos, Hardi Hariadi, Junaidah (R1).








Share:

Pengurus MUI Kecamatan Se Batubara Ikuti Sosialisasi Pendirian Pendidikan Tinggi Kader Ulama

 


Ketua MUI Batubara H Muhammad Hidayat Lc menyampaikan pandangan umum dalam sosialisasi rencana pendirian kampus pendidikan tinggi kader ulama.

BATUBARA | StanvasNet -  Guru guru yang sekarang ini yang mampu mengajar kitab kuning (turos) juga sangat minim, bukan tak banyak yang tamatan Timur Tengah tapi tak mau pulang kampung, ini mohon maaf saya sampaikan tapi itulah faktanya.

Demikian disampaikan Ketua MUI Batubara H Muhammad Hidayat Lc dalam sosialisasi rencana pendirian kampus pendidikan tinggi kader ulama di Kabupaten Batubara, di Aula Buffett Mangga, Selasa (12/9).

Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Batubara yang diwakili oleh Asisten I Pemkab Batubara Rusian Heri, Sekretaris DP Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batubara.



Huzaifah, Ketua Komisi Pendidikan MUI Batubara Drs Muhamad Masrof dan Ketua MUI Kecamatan Se Batubara.

 Dalam sambutannya Bupati Batubara menyampaikan rencana pembangunan kampus ini adalah sebuah langkah penting yang akan memberikan dampak positif bagi  perkembangan pendidikan di daerah kita.

Dijelaskannya sebuah perguruan tinggi adalah sarana yang sangat penting dalam pembangunan dan kemajuan suatu daerah  seiring dengan perkembangan zaman. 

" Kita tidak hanya harus menjaga eksistensi perguruan tinggi, tapi juga harus memastikan fasilitas dan infrastruktur pendidikan kita selalu berkembang sesuai perkembangan zaman," ungkapnya. (R1)




Share:

Ketua MUI Batubara: Pendidikan Agama Sejak Dini, Menuju Hidup Dijalan Allah

 




Ketua MUI Batubara H Muhammad Hidayat Lc didampingi Sekretaris Huzaifah.S.Pd memberikan materi kepada peserta Pelatihan Kader Ukhuwah Islamiah 


BATUBARA| StanvasNet - Tantangan yang dihadapi generasi muda Islam sebagian besar muncul karena kurangnya pendidikan agama yang kuat. “Maka dari itu, pendidikan agama harus ditanamkan sejak dini, agar bisa menjadi pemuda yang hidup dijalan Allah,” tegas Ketua MUI Batubara H Muhammad Hidayat Lc, Sabtu (9/9/23) di Aula Banyuwangi Limapuluh.

Ketua MUI Kabupaten Batubara, Ahmad Hidayat Lc, yang didaulat sebagai narasumber dalam acara pelatihan kader Ukhuwah Islamiyah, memberikan pemahaman yang mendalam tentang sejumlah isu krusial yang dihadapi pemuda muslim kekinian.

Dalam pemaparannya, Ustadz Hidayat menyoroti beberapa masalah yang tengah memengaruhi para pemuda, seperti lemahnya pendidikan dan kesadaran agama, pergaulan bebas yang tidak selaras dengan tuntunan Syariat Islam, perjudian/game online, penyalahgunaan narkoba, tawuran, dan kelompok motor.

Pemuda Islam juga perlu memperhatikan pentingnya mengikuti kemajuan teknologi, dengan tetap menjaga iman agar bisa mengendalikan pengaruh negatif dari perkembangan teknologi tersebut. 

Persoalan persoalan individualisme, materialisme, hedonisme, sekularisme, kapitalisme, dan terorisme yang perlu diwaspadai dan dihadapi oleh pemuda Islam. Salah satu caranya adalah dengan membangun nilai-nilai ukhuwah di kalangan pemuda

" Disinilah pentingnya berorganisasi, sebab dengan berorganisasi dapat menjadi alat yang kuat untuk membangun ukhuwah dan mempererat tali persaudaraan antara pemuda muslim,sekaligus saling memotivasi dalam beribadah dan menyebarkan kebaikan " bebernya.( R1)

Share:

Pelatihan Kader Ukhuwah MUI Sumut, Dipusatkan Di Batubara



Ketua MUI Sumut DR H Maratua Simanjuntak, Bupati Batubara Zahir, Ketua MUI Batubara H Muhammad Hidayat Lc berfoto bersama dalam rangka pelatihan kader ukhuwah


BATUBARA | StanvasNet - Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Propinsi Sumatera Utara menggelar Pelatihan Kader Penggerak Ukhuwah Islamiyyah Angkatan III yang dipusatkan di Batubara.

Pelatihan yang diselenggarakan selama dua hari, mulai Jumat (8/9) sampai Sabtu (9/9) ini mengambil tema melahirkan generasi muda Islam sebagai penggerak ukhuwah islamiah dalam membangun kerukunan umat beragama di Sumut ini dihadiri Ketua MUI Sumut DR H Maratua Simanjuntak, Bupati Batubara Zahir,  Ketua Bidang Ukhuwah Islamiyyah DR H Abdulrahim M.Hum, Ketua MUI Batubara Muhammad Hidayat Lc, dan Kepala Kantor Kemenag.

Dalam arahan dan bimbingannya Ketua MUI Sumut DR H Maratua Simanjuntak menjelaskan dalam proses pendirian  NKRI ini umat Islam bukanlah penonton, terbukti dengan anggota BPUPKI itu 8 diantara nya ulama.

"  Dalam berukhuwah ini kita mencari orang yang Istiqomah , ditambah lagi amar makruf nahi mungkar sulit itu sekarang, yang penting kalau bisa  umat Islam ini jangan begaduh," ujar Maratua.

Ia berharap agar peserta pelatihan ini jadilah sebagai agen agen penggerak ukhuwah islamiah. "Tetapi  kerukunan antar umat beragama itu ada batasnya, tentang aqidah dan syariat itu tidak boleh," tegas Maratua.

Sementara Bupati Batubara Zahir mengatakan, Ukhuwah Islamiyyah merupakan hubungan persaudaraan antara sesama umat Islam yang saling terikat, tetapi ternyata bukan hanya internal Islam tapi juga dengan external.

" Penting bagi kita umat Islam dan non muslim tentang berukhuwah ini, saya yakin dengan kesempatan Ini ada proses ukhuwah itu saling kenal / ta'aruf, saling memahami tafahhum, saling tolong ta'awun, sehingga kita dapat mempersiapkan diri kita dalam cobaan yang akan datang," ujarnya.

Pelatihan yang diikuti 42 utusan dari 6 Kabupaten, Tebingtinggi, Batubara, Asahan, Tanjungbalai, Pematang Siantar, Simalungun ini diisi oleh beberapa narasumber dari propinsi dan daerah.(R1)



Share:

MUI Batubara Persiapkan Musda 2023



Bupati Batubara Zahir berfoto bersama dengan Ketua MUI Batubara H Ahmad Hidayat, Lc dan pengurus MUI di rumah dinas Bupati Batubara.

BATUBARA | StanvasNet - Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI ) Kab. Batubara yang berakhir masa periodesasinya pada September 2023 ini tengah mempersiapkan Musda.

Demikian disampaikan Ketua DP MUI Batubara H Ahmad Hidayat Lc saat berkunjung ke Rumah Dinas Bupati Batubara Zahir, Jumat(8/9).

Turut serta dalam kunjungan ini Sekretaris MUI Batubara Huzaifah, Ketua Komisi Pendidikan Drs Masrof, dan pengurus harian lainnya. Bupati Batubara Zahir didampingi asisten satu Rusian Heri dan Kabag Kesra Adnan Haris.

" Kita menyampaikan kepada bapak bupati tentang periodesasi MUI Batubara yang berakhir pada September tahun ini, Alhamdulillah beliau menyatakan bersedia membuka Musda nantinya," ujar Ahmad Hidayat.

Selain itu disampaikan juga tentang persiapan pendirian Perguruan Tinggi Kader Ulama (PTKU) yang diproyeksikan akan difasilitasi oleh Pemkab Batubara.

Bupati Batubara Zahir dalam pertemuan ini menyatakan mendukung pelaksanaan Musda dan memfasilitasi acara ini di Aula Rumah Dinas Bupati.

Terkait dengan Kantor MUI Batubara, Zahir menunjukkan peta perencanaan pembangunan Kantor Bupati Batubara yang diareal itu akan berdiri juga Kantor MUI. (R1).


Share:

Ranperda Maghrib Mengaji Dibahas MUI Dan DPRD Batubara




Foto: DP Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batubara membahas usulan budaya maghrib mengaji dengan Badan Pembentuk Peraturan Daerah DPRD Batubara ( Foto Red)

BATUBARA |StanvasNet : Kita sangat prihatin dengan kondisi anak anak muslim saat ini, banyak yang tidak bisa membaca dan menulis Alquran, sebagai daerah yang mayoritas muslim perlu ada gerakan yang dipayungi hukum untuk mengentaskan masalah ini.

Demikian disampaikan Ketua DP. MUI Batubara Muhammad Hidayat Lc dalam pertemuan dengan DPRD Batubara Senin (28/8),  diterima oleh Badan Pembentuk Peraturan Daerah (Bapemperda) yang diketuai Usman, SE, MSi, berikut anggota DPRD lainnya Rizky Aryetta, Edi Syahputra dan Heri Suhandani, dihadiri Kabag Kesra Adnan Haris.

 Sekretaris MUI Batubara H Huzaifah, Ketua Komisi Pendidikan Drs Masrof, Ketua Komisi Kominfo H Agusdiansyah Hasibuan, dan staf.

" Dengan kondisi anak anak yang terlalaikan dengan gadget, kita perlu sebuah gerakan yang terstruktur dan masif, juga memiliki kekuatan hukum, dalam pelaksanaannya berupa Perda, untuk itu kita mengusulkan Ranperda Budaya maghrib mengaji," ujar Hidayat.

Menyahuti masalah ini Ketua Bapemperda Usman menyatakan sangat setuju dengan usulan Majelis Ulama Indonesia ini.

" Kalau dibelah hati kita, kita sangat menginginkan ini, mudah mudahan ranperda ini jadi, untuk anak cucu kita, apalagi dulu masyarakat di pinggir pantai itu kalau sore anak anak ramai ke masjid atau musholla diwaktu magrib untuk mengaji," ujar Usman.

Dijelaskannya tahapan usulan budaya maghrib mengaji ini untuk dijadikan Ranperda masih panjang.

Awalnya ranperda magrib mengaji tidak dapat ditindaklanjuti. Dikarenakan  berpotensi bertentangan dengan UU no 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah pasal 10, terkait kewenangan pemerintah pusat meliputi urusan agama.

Meski begitu sejak UU ini disahkan pada tahun 2014, ada dua daerah yang berhasil mewujudkan perda yang mirip,  salah satunya Kabupaten Inderagiri Hilir.

" Kita tetap semangat agar Ranperda ini berhasil, untuk itu yang terkait ini menjadi aturan pemerintah maka kita ikuti tahapan-tahapannya, dimulai dari penyusunan naskah akademik dan harmonisasi," ujar Usman. ( R1)


Share:

Artikel

Labels

agama (8) anak (6) ATM (6) bahaya (4) baliho (2) banjir (3) Bawaslu (1) BBM (2) CSR (3) DPRD (1) Ekonomi (9) Haji (1) Inalum (103) Internasional (7) judi (1) Krimina (2) Kriminal (15) LGBT (1) lingkungan (5) mahasiswa (2) MUI (7) Narkoba (17) Nasional (42) Olahraga (7) pelestarian (4) pemil (1) pemilu (33) pemilu. (2) Pendidikan (8) Perda (6) polis (16) Polisi (310) Polisi. (4)